Terdakwa Pencabulan Berkedok Spritual di Bali Dituntut 6 Tahun Bui

Terdakwa Pencabulan Berkedok Spritual di Bali Dituntut 6 Tahun Bui

Merdeka. com – Terdakwa peristiwa pencabulan berkedok spiritual berinisial IWM yang juga bekerja sebagai sulinggih atau karakter yang disucikan dalam Hindu, dituntut selama enam tarikh penjara dalam persidangan dengan berlangsung tertutup di Meja hijau Negeri Denpasar, Bali.

“Iya, jadi tingkatan persidangan sudah sampai tingkatan tuntutan. Dari informasi kalau tuntutan terbukti dalam perkara primer Pasal 289 KUHP dan terdakwa dijatuhi pidana penjara selama enam tarikh, ” kata Juru Bicara 2 Pengadilan Negeri Denpasar Gede Putra Astawa zaman ditemui di PN Denpasar, Bali, dilansir Antara, Kamis (20/5).

Dia mengatakan dari tahapan syarat yang diajukan jaksa penuntut umum selanjutnya dari pihak terdakwa mempunyai hak meniti kuasa hukumnya mengajukan pembelaan atau pleidoi.

“Kita akan melihat apa yang menjadi alasan dalam tanggapan terdakwa dan meniti penasehat hukumnya yang hendak disampaikan dalam pembelaan, ” katanya.

Selanjutnya, majelis hakim akan mempertimbangkan baik itu tuntutan yang diajukan JPU yang membuktikan bahwa terdakwa terbukti bersalah dan juga bagaimana pembelaan dari kuasa hukum mewakili terdakwa. Setelah itu, lembaga hakim akan mempertimbangkan dibanding kedua belah pihak.

Persidangan berikutnya adalah pembelaan atau pleidoi dari pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya pada Selasa (25/05).

Sebelumnya, perihal bermula ketika terdakwa yang mengaku berprofesi sebagai sulinggih (orang yang disucikan) disangka telah melakukan perbuatan kotor terhadap korban atas nama KYD. Perbuatan cabul tersebut dilakukan dengan berkedok menyelenggarakan ritual berupa pembersihan muncul yang dilakukan pada suangi hari.

Dalam perkara ini terdakwa diduga telah melakukan tindak kejahatan pencabulan yang terjadi pada tanggal 4 Juli 2020 sekira pukul 01. 00 wita di Tukad Campuhan Pakerisan Desa Tambak Tepi Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar. [eko]