Tempat Khusus Merokok Disiapkan di Tempat Malioboro

Tempat Khusus Merokok Disiapkan di Tempat Malioboro

Merdeka. com – Negeri Kota Yogyakarta menggencarkan sosialisasi peraturan daerah mengenai kawasan tanpa cerutu. Sekaligus memberikan apresiasi kepada institusi pemerintah yang menjalankan ketentuan tersebut dengan baik.

“Sosialisasi masih terus dilakukan karena maksudnya adalah untuk memberikan penyadaran ke masyarakat agar merokok di wadah yang sudah ditentukan, ” sekapur Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, seperti dilansir Antara, Minggu (15/11).

Selain itu, pemerintah kota menilai penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Negeri Tanpa Rokok (KTR). Perda KTR mencakup lingkungan perkantoran, tempat pelayanan kesehatan, tempat pendidikan, tempat berlaku anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat umum, dan tempat lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Termasuk di destinasi wisata. Kenyamanan dan keamanan pengunjung harus diutamakan. Salah satunya memastikan perokok merokok di tempat yang sudah ditetapkan, ” kata Heroe.

Tempat wisata yang perdana saja ditetapkan sebagai KTR & diharapkan menjadi percontohan untuk wadah wisata lain adalah Malioboro.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Malioboro Ekwanto mengatakan, masih penuh perokok yang merokok sembarangan & kemudian membuang puntungnya secara sembrono di Malioboro.

“Kami akan upayakan untuk menggencarkan sosialisasi melalui radio komunitas di daerah Malioboro. Kami akan umumkan melalui radio agar tidak merokok sembrono tetapi memanfaatkan tempat khusus merokok yang sudah disiapkan, ” katanya.

Sosialisasi harus dilakukan secara rutin karena wisatawan & pengunjung di Malioboro selalu silih berganti.

“Jogoboro pula akan diminta mengingatkan pengunjung untuk mematuhi aturan KTR. Kami sampai mengingatkan saja, tidak bisa menyelenggarakan tindakan atau pemberian sanksi karena secara regulasi tidak memungkinkan, ” katanya.

Heroe mendahulukan bahwa Perda KTR tidak melarang warga untuk merokok, tetapi mengatur agar warga merokok di tempat yang sudah ditetapkan. Perokok yang melanggar ketentuan mengenai KTR bisa kena sanksi berupa hukuman penjara maksimal satu bulan dan denda maksimal Rp7, 5 juta. [noe]

Location | Posted in Info