Selain Usut Firli, Dewas Juga Bahan Gelar Sidang Etik Ketua Medan Pegawai KPK

Selain Usut Firli, Dewas Juga Bahan Gelar Sidang Etik Ketua Medan Pegawai KPK

Merdeka. com – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) segera menggelar sidang sangkaan pelanggaran kode etik terhadap Ketua KPK Komjen Firli Bahuri. Selain Firli, Dewas KPK juga bakal menggelar sidang etik dengan terperiksa YPH alias Yudi Purnono Harahap sebagai Ketua Wadah Pegawai KPK.

“Penegakan aturan Ideal ini merupakan salah satu pengoperasian tugas Dewan Pengawas KPK buat menjaga institusi dan nilai dengan ada di KPK, ” perkataan Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dalam keterangannya, Rabu (19/8).

Yudi Purnomo diketahui sempat dilaporkan oleh rekan kerjanya ke Dewas KPK terkait diskusi pemulangan penyidik KPK Rossa Purbo Bekti ke institusi Polri. Yudi dilaporkan atas dugaan penyebaran fakta tidak benar.

“Terperiksa YPH diduga melanggar kode etik dan pedoman perilaku ‘integritas’ di dalam Pasal 4 ayat (1) huruf o Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 02 Tahun 2020, ” ucap Tumpak.

Tatkala dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri terkait laporan yang dibuat oleh Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Firli dilaporkan terkait dua dugaan pelanggaran kode etos.

Pertama soal ketidakpatuhan Firli atas protokol kesehatan. Ke-2, mengenai gaya hidup mewah dengan menggunakan sebuah helikopter milik kongsi swasta dengan kode PK-JTO buat kepentingan pribadi melakukan ziarah.

Firli diduga telah mengabaikan kode etik dan pedoman sifat ‘Integritas’ pada Pasal 4 ayat (1) huruf c atau huruf n atau Pasal 4 ayat (2) huruf m dan/atau temperamen ‘Kepemimpinan’ pada Pasal 8 Bagian (1) huruf f Peraturan Dewan Pengawas Nomor 2 Tahun 2020.

Sementara terperiksa ke-3 yang akan disidang oleh Dewas yakni inisial APZ yang diduga melanggar etik dalam melaksanakan kegiatan tangkap tangan (OTT) di Kemendikbud yang diduga dilakukan tanpa harmonisasi.

“Terperiksa disangkakan menentang kode etik dan pedoman temperamen ‘Sinergi’ pada Pasal 5 ayat (2) huruf a Peraturan Sidang Pengawas KPK Nomor: 02 Tarikh 2020, ” kata Tumpak.

Tumpak menyebut ketiganya bakal menjalani sidang etik di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK di Jalan HR. Rasuna Said Kavling C1, Setiabudi, Jakarta Selatan di dalam 24-26 Agustus 2020.

“Kami di Dewas serius buat melakukan ini dan kami harap masyarakat juga terus mengawasi KPK dan proses yang berjalan tersebut, ” kata Tumpak.

Pelaksanaan sidang etik ini mengacu pada Peraturan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 3 Tarikh 2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Pasal 8 aturan tersebut diatur sidang dugaan pelanggaran etik digelar secara mati, sedangkan pembacaan putusan akan disampaikan secara terbuka. Para terperiksa pula akan diberikan kesempatan untuk didampingi dan menghadirkan bukti yang relevan di proses persidangan tersebut, ” kata Tumpak.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6. com [eko]