Polres Inhil Tangkap WNA Nigeria Tokoh Penipuan Daring

Polres Inhil Tangkap WNA Nigeria Tokoh Penipuan Daring

Merdeka. com – Seorang WNA asal Nigeria berinisial ON bersama AZ, GU, TI, dan SE diamankan Satreskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, atas dugaan kasus penipuan dengan daring hingga korban alami kemalangan sebesar Rp271. 520. 000.

Kapolres Inhil AKBP Dyan Setyawan saat jumpa pers dalam Mapolres Inhil, Jumat, mengungkapkan kalau mereka melakukan penipuan terhadap korban melalui media sosial Facebook .

Kejadian penipuan daring ini diungkap bersandarkan laporan korban atas nama Asiah, pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Inhil.

“Modus penipuan ini melalui perkenalan di media sosial Facebook, kemudian berlanjut ke percakapan WhatsApp. Korban yang merupakan PNS dijanjikan akan dinikahi tersangka ON yang mengaku akan pensiun sebagai prajurit Amerika, ” ucap Kapolres.

Dari hasil perkenalan itu, kata Kapolres, tersangka ON dengan merupakan otak dari penipuan itu mengaku akan pensiun dari biro militer (tentara Amerika) dan berniat menikahi korban serta mengirim kekayaan sebesar 1. 500. 000 dolar AS untuk investasi setelah bermukim di Indonesia.

Di dalam tanggal 21 September 2020 sekitar pukul 11. 30 WIB target dihubungi oleh SE yang mengaku agen ekspedisi Skyline Courier Service memberitahukan bahwa uang yang dikirim sebesar 1. 500. 000 dolar AS telah tiba di Nusantara.

Selanjutnya, tersangka SE meminta korban untuk mentransfer uang ke salah satu bank tempat nama tersangka AZ dengan tiga kali transaksi yakni sebesar Rp18. 720. 000 untuk biaya bagian, Rp52. 800. 000 untuk anti-money laundering, dan Rp200. 000. 000 untuk pembayaran biaya permit ke pihak imigrasi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, AZ membuka bon atas permintaan GU. Selanjutnya, GU diminta cari orang yang sedia buka buku tabungan oleh PENJAGA.
Dari kelima pelaku, didapati barang bukti 6 unit handphone berbagai merek dan dua buku tabungan atas nama AZ & SE.

Atas kasus penipuan ini, tersangka warga negara Nigeria serta empat tersangka yang lain yang merupakan warga Jakarta dikenai Pencetus 378 juncto Pasal 55 jo. Pasal 56 dan/atau Pasal 480 Ayat (1) KUHP dan/atau Urusan 20 Ayat (1) Undang-Undang Bagian 11 Tahun 2008 tentang Keterangan dan Transaksi Elektronik dengan kerawanan 4 tahun penjara.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkenalan dengan pendatang, pertama di media sosial.

“Jangan mudah percaya, apalagi sesudah dimintai transfer uang, ” katanya. [ded]

Location | Posted in Info