Petugas Akan Konfrontasi Anita Kolopaking secara Brigjen Prasetijo

Petugas Akan Konfrontasi Anita Kolopaking secara Brigjen Prasetijo

Merdeka. com – Polisi terus mendalami kasus penerbitan surat jalan yang dikeluarkan oleh Brigjen Pol Prasetijo Utomo untuk benduan Djoko Tjandra. Penyidik berencana pertarungan penasihat Hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dengan mantan Kepala Jawatan Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo.

“Tentunya buatan berita acara yang bersangkutan sampaikan dievaluasi oleh penyidik kemudian tersedia kesesuaian atau tidak. Nanti apa yang tidak sesuai kalau tersedia tambahan nanti juga akan dikejar terhadap tersangka yang lain maupun saksi-saksi lain untuk menguatkan untuk persangkaannya nanti, ” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, Sabtu (8/8).

Anita Kolopaking menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim pada Jumat (7/8). Anita dicecar 55 pertanyaan seputar peran di pembuatan surat jalan untuk kliennya.

“Beliau menjembatani tersebut dalam hal apa saja tentunya ini digali penyidik mulai poin per-poin, waktu ke waktu, ” ujar dia.

Setelah diperiksa, Anita Kolopaking langsung ditahan di Rutan Bareskrim Polri mematok 20 hari ke depan. “Terhitung dari 8 Agustus 2020, ” ujar Awi.

Aur membeberkan alasan penahanan terhadap Anita Kolopaking. “Pertimbangan penyidik sebagai syarat subyektif adalah agar yang terlibat tidak melarikan, agar tidak mengulangi perbuatannya (tindak pidana) dan supaya tidak menghilangkan BB, semua telah diatur dalam pasal 21 ayat (1) KUHAP, ” lanjut dia.

Anita Kolopaking terseret dalam kasus penerbitan surat jalan untuk kliennya Djoko Tjandra. Di kasus ini, turut terlibat bekas Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo. Baik Anita maupun Prasetijo telah ditetapkan jadi tersangka dalam perkara ini.

Anita Kolopaking disangkakan secara Pasal 263 (2) dan Pasal 223 KUHP. Sementara Prasetijo disangkakan dengan pasal berlapis yakni Kausa 263 ayat 1 dan dua KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 E KUHP, Kausa 426 ayat 1 KUHP, serta Pasal 221 ayat 1 ke 2 KUHP.

Polri juga mengirimkan surat permohonan menahan ke luar negeri terhadap Anita Kolopaking, pengacara buron kasus Tumpuan Likuiditas Bank Indonesia terkait pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. Surat itu dilayangkan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta.

“Perihalnya adalah permohonan pencegahan keluar negeri atas nama Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, ” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Daksina, Jumat 24 Juli 2020.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6. co, [eko]