Menyergap Wisma di Palangka Awam, Polisi Amankan 2 Pelaku Prostitusi Anak Lewat Michat

Menyergap Wisma di Palangka Awam, Polisi Amankan 2 Pelaku Prostitusi Anak Lewat Michat

Merdeka. com – Polda Kalimantan Tengah membongkar prostitusi online budak di bawah umur. Suatu wisma yang berlokasi di Kota Palangka Raya digeledah, dua orang pelaku ditangkap polisi .

Wakil Eksekutif Ditreskrimum Polda Kalteng AKBP Arie Sandy Z Sirait di Palangka Raya, Kamis, mengatakan kedua pelaku penjual anak di bawah sempurna yang ditangkap itu berinisial FA (26) berjenis kelamin laki-laki dan RH (18) perempuan.

“Mereka ini tercatat sebagai warga Kota Palangka Raya & kini sudah mendekam di Rumah Tahanan Mapolda Kalteng, ” kata Arie, semacam dikutip Antara, Kamis (8/4).

Mantan Kapolres Kotawaringin Barat itu menjelaskan, penangkapan terhadap dua karakter yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka ini dikerjakan pada Selasa (6/4) sekitar pukul 21. 00 Wib.

Penangkapan dikerjakan di Jalan Cut Mama Dien Kelurahan Menteng, Kecamatan jekan Raya Kota Palangka Raya. Keduanya ditangkap saat petugas menggerebek aktivitas itu di wisma yang disewa mereka untuk menyediakan jasa prostitusi online melalui permintaan Mi Chat.

Petugas yang sudah keahlian aktivitas di wisma itu pun yang datang dengan personel lengkap, langsung menggerebek dua kamar nomor 11 dan nomor 15.

“Saat digerebek di kamar nomor 11 target berinisial WN (16) serta di kamar nomor 15 petugas menemukan FA serta RH. Dua orang tersebut yang mengendalikan aplikasi Perusak Chat untuk menjual WN kepada pria hidung kekurangan, ” katanya.

Kemudian itu, dari buatan keterangan kedua pelaku penawaran jasa prostitusi online tersebut FA yang menggunakan permintaan Mi Chat untuk mengaduk-aduk pelanggan. Sedangkan hasil daripada pembayaran prostitusi tersebut dibagi tiga orang dengan rincian Rp100. 000 per karakter. Malam itu uang buatan prostitusi online dibelikan narkoba jenis sabu-sabu.

Arie mengatakan mereka juga melakukan pesta narkoba di kamar wisma tersebut. Pokok petugas saat menggerebek perut tempat tersebut menemukan media isap sabu. Dan buat kasus narkoba yang itu lakukan, juga akan dikembangkan oleh anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng, supaya si penjual barang haram tersebut juga bisa digulung.

“Informasi yang kami dapatkan satu kala melayani pria hidung belang anak di bawah umur yang mereka jual tersebut bisa melayani tiga sampai lima orang pria satu malamnya. Untuk jasa pelacuran online itu dari Rp250-500. 000/orangnya, ” katanya.

Keduanya kemudian dijerat dengan pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Di perkara TPPO kedua simpulan kini dikenai Pasal dua Ayat (1) Undang-Undang MENODAI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pinda Perdagangan Orang Jo. Pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Pelestarian Anak.

Namun ancaman kurungan penjaranya memutar singkat tiga tahun serta paling maksimal 15 tarikh penjara dan denda memutar sedikit Rp120 juta & paling banyak Rp600 juta. [rhm]