Menang Gugatan di MK, Epiyardi Asda Resmi Dilantik Gubernur Sumbar Jabat Bupati Solok

Menang Gugatan di MK, Epiyardi Asda Resmi Dilantik Gubernur Sumbar Jabat Bupati Solok

Langgas. com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansarullah keadaan ini, Senin (26/4) melantik Bupati dan Wakil Tumenggung Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kota Padang.

Masing-masing yang dilantik adalah Bupati Solok Epiyardi Asda dan Pengantara Bupati Solok Jon Firman Pandu. Kemudian, Bupati Solok Selatan Khairunnas dan Pengantara Bupati Solok Selatan Yulian Efi.

Buat pasangan Bupati Solok terlambat dilantik, lantaran hasil Pilkada yang digugat berlanjut prosesnya di Mahkamah Konstitusi (MK) hingga akhirnya MK menentang permohonan dari para pemohon. Sedangkan untuk Kabupaten Solok Selatan, karena periode periode jabatan kepala daerah sebelumnya belum berakhir.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar selalu telah melantik 11 besar daerah di Sumatera Barat pada 26 Februari 2021 lalu.

“Saya mengucapkan selamat kepada darah Epiyardi Asda dan Jon Erman Pandu dan darah Khairunas dan yulian Evi. Semoga amanah dapat dijalankan sebaik-baiknya demi kepentingan wilayah dan Sumbar, ” logat Gubernur Mahyeldi usai pelantikan.

Dia mengucapkan, sesuai dengan janji politiknya, masing-masing kepala daerah yang dilantik hari ini biar menjalankan sesuai dengan pandangan, dan misi yang telah disampaikan sebelumnya.

“Dengan dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah, selanjutnya besar daerah yang dilantik kudu melaksanakan visi misi serta mencapai kesejahteraan rakyat dalam masing-masing daerah. Bekerja keraslah agar merasakan pelayanan pemerintah, ” sebut Mahyeldi.

Dia juga mengucapkan, bahwa kepala daerah yang dilantik harus dapat mengabulkan sinkronisasi dan harmonisasi jarang Pemerintah Kabupaten dan Praja dengan Pemerintah Provinsi, pertama untuk pembangunan daerah.

“Kepada yang dilantik agar segera menyelesaikan RPJMD. Saudara juga diminta buat menggali, dan memanfaatkan daya daerah, kemudian memaksimalkan daya daerah tersebut untuk ketenteraman rakyat. Tingkatkan rasa tenang dan kepastian hukum buat investor. Kita sadari APBD yang sedikit, maka perlu investasi pihak ketiga maupun para perantau, ” sebutan Mahyeldi.

Selain itu dia mengingatkan supaya kepala daerah, dapat melakukan salah satu tugasnya via Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, yang salah satunya Gubernur memiliki tugas pembinaan dan pengawasan di kabupaten kota, maka kami mengimbau untuk bina komunikasi dengan pemerintah provinsi. [rhm]

Location | Posted in Info