Mantan Danjen Kopassus Soenarko Penuhi Seruan Bareskrim Polri

Mantan Danjen Kopassus Soenarko Penuhi Seruan Bareskrim Polri

Mandiri. com – Mantan Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko, memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri. Soenarko akan diminta bukti tambahan seputar kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal yang menjeratnya tahun 2019 lalu.

“Pemeriksaan tambahan untuk perkara contoh, ” tutur Kuasa Hukum Soenarko, Ferry Firman Nurwahyu, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/10).

Soenarko hadir demi mendapatkan kepastian hukum atas status tersangka yang sudah disematkan padanya. Dalam kesempatan yang sama, dia juga menegaskan bahwa pemeriksaannya tidak tersedia kaitannya sama sekali dengan unjuk rasa tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Harus ada kepastian hukum, ” sirih Ferry.

Nama Eks Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko saat ini bak menguap tanpa asap. Usai Polri menjadikannya simpulan atas keterlibatannya dalam kasus penyelundupan senjata pada 20 Mei 2019, saat itu juga Pusat Polisi Tentara (Puspom) TNI yang ikut di dalam pemeriksaan langsung melakukan penahanan di Rutan Guntur.

Namun lewat empat bulan berselang, Soenarko seakan menghilang. Info terakhir diwartakan, yakni pengabulan penangguhan penahanan usai Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan 102 jenderal purnawirawan TNI menjaminnya untuk tidak berbuat beberapa macam saat ditangguhkan pada 21 Juni 2019.

Menulusuri apa dan bagaimana kondisi Soenarko zaman ini, Liputan6. com mengonfirmasi kepada Ferry Firman selaku pengacaranya. Lewat sambungan telepon dia mengatakan saat ini Soenarko sedang dalam iklim baik dan menjalankan aktivitasnya bagaikan biasa.

“Acara-acara pensiunan beliau hadir, sempat juga ke Malang ke tempat keluarga, tapi pada hal ini klien saya dipantau ya kegiatannya, seperti apa sejenis tapi kegiatan sehari-hari normal, ” kata Ferry, Rabu (18/9/2019) suangi.

Ferry mengatakan, jadi pengacara Soenarko, statusnya hanya bisa menunggu panggilan bila diperlukan bahan lanjutan dari pihak Polri yang mengangani kasus ini.

Dia juga menegaskan untuk siap hadir dalam sidang kasus telaahan kepemilikan empat pucuk senjata suluh dan 117 peluru tajam yang dilakukan rekannya Kivlan Zen, bila diperlukan.

“Kalau diminta oleh Pak Kivlan untuk menghadiri sidang, ya beliau hadir, jadi sesama purnawirawan, ” jelas Ferry.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6. com [lia]

Location | Posted in Info