Makna Minyak Dunia Turun Tipis Tertindas Kenaikan Stok di AS

Makna Minyak Dunia Turun Tipis Tertindas Kenaikan Stok di AS

Merdeka. com – Harga minyak mendarat tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah melambung sehari sebelumnya. Hal ini tertindas data pemerintah yang menunjukkan kemajuan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS), juga terpengaruh oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan China yang kian meningkat.

Persediaan minyak mentah dan sulingan AS naik secara tak terduga, sementara permintaan bahan bakar tergelincir dalam pekan terakhir, kata Lembaga Informasi Energi AS (EIA) di Rabu (22/7), karena peningkatan pandai dalam kasus virus corona sudah mulai memukul konsumsi AS.

Persediaan minyak mentah terbang 4, 9 juta barel di dalam sepekan hingga 17 Juli menjelma 536, 6 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi dalam jajak pendirian Reuters untuk penurunan 2, 1 juta barel. Produksi naik 100. 000 barel menjadi 11, satu juta barel per hari.

“Secara keseluruhan, ini mau menunjukkan bahwa pemulihan permintaan yang kami lihat dari bawah tampaknya macet, ” kata Phil Flynn, analis senior pada Price Futures Group di Chicago, dikutip Antara, Kamis (23/7).

Pemimpin Donald Trump mengatakan pada Selasa (21/7) bahwa wabah mungkin akan memburuk sebelum membaik, sebuah pergeseran dari penekanan sebelumnya yang berpengaruh pada pembukaan kembali ekonomi.

Bjornar Tonhaugen, kepala rekan minyak Rystad Energy, mengatakan anggapan Trump mungkin disambut baik oleh investor karena mereka adalah dengan paling diukur olehnya atau pemerintahannya sejauh ini.

“Ini bisa menjadi positif bagi prospek permintaan minyak. Alih-alih gelombang penguncian kedua yang tidak terkontrol & mengganggu, mungkin sekarang ada peluang bahwa Amerika Serikat pada kesudahannya akan mendapatkan penyebaran terkendali, ” kata Tonhaugen.

Namun, pertikaian baru antara Washington & Beijing menekan harga minyak sesudah Amerika Serikat mengatakan konsulat China di Houston akan ditutup dan sebuah sumber mengatakan China padahal mempertimbangkan untuk menutup konsulat AS di Wuhan.

Menambah tekanan adalah tanda-tanda bahwa Irak, produsen terbesar kedua di Pola Negara-negara Pengekspor Minyak, masih belum memenuhi targetnya di bawah koalisi yang dipimpin OPEC untuk membantai pasokan.

Minyak hijau berjangka Brent untuk pengiriman September turun tiga sen menjadi ditutup pada USD 44, 29 mulai barel. Sementara itu, minyak anom berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September kehilangan perut sen menjadi menetap di USD 41, 90 per barel. [azz]

Location | Posted in Info