Kontraktor PLTU Batangtoru Terus Cari Operator Ekskavator yang Jatuh ke Lurah

Kontraktor PLTU Batangtoru Terus Cari Operator Ekskavator yang Jatuh ke Lurah

Merdeka. com porakporanda PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) sibak suara terkait peristiwa ekskavator yang jatuh ke jurang sedalam 200 meter di lokasi proyek PLTA Batangtoru, Sumut. Selain melakukan pencarian terhadap Akuan Ritonga (38), operator yang berada di alat mengandung itu, mereka juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelidiki bertambah lanjut penyebab kecelakaan.

Perusahaan menginformasikan kecelakaan itu terjadi di titik R26 site proyek PLTA Batangtoru yang lokasinya berharta di Kelurahan Wek I, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (bukan Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, seperti berita sebelumnya) pada hari Jumat (4/12) kira-kira pukul 15. 32 WIB. Lokasi itu mengalami tanah longsor dengan disebabkan hujan deras.

“Sampai saat ini kami bersama dengan tim gabungan dari Lembaga Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Daksina, Tim SAR Brimob Polri, TNI , dan relawan dari masyarakat terus melakukan pekerjaan korban, ” tulis Firman Taufick, Communication & External Affairs Director PT NSHE, dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka. com, Sabtu (5/12).

Pihak perusahaan juga akan terus berkoordinasi dengan tim pencari gabungan dan memonitor cara pencarian dan penyelamatan yang sedang dilakukan.

“Sambil menduduki laporan dari tim pencari, kami, selaku tim teknis akan cepat berkoordinasi dengan instansi terkait dengan berwenang untuk melakukan penyelidikan bertambah lanjut penyebab kecelakaan yang mutakhir kali ini terjadi selama cara pembangunan proyek PLTA Batangtoru. & tentunya akan mengambil langkah-langkah dengan diperlukan atas hasil penyelidikan tersebut nantinya, ” sambung Firman.

Dia menambahkan, pihak perusahaan menyampaikan rasa duka kepada tim korban. Keluarga diharapkan dapat mengelus menunggu hasil pencarian. “Kami pihak perusahaan akan bertanggung jawab penuh sesuai dengan peraturan yang legal dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan atas kecelakaan ini, ” lanjutnya.

Pihak perusahaan serupa telah berupaya mengumpulkan informasi menghantam kronologi kecelakaan. Diinformasikan bahwa saat kejadian ekskavator dengan operator bertanda Afuan Ritonga tengah digunakan buat membersihkan parit di titik R26 akibat longsoran yang terjadi malam sebelumnya akibat hujan deras. Saat sedang membersihkan parit di pusat hujan deras, tiba-tiba terjadi longsor susulan yang lebih besar, yang mengakibatkan ekskavator beserta operatornya terdorong dan jatuh ke Sungai Batangtoru.

Tim dari penolong dari kontraktor langsung berupaya melayani pencarian korban dengan turun ke lokasi kejadian menggunakan tali tangan, serta menggunakan UAV Drone. “Karena kondisi medan yang berat, tidak ada penerangan dan arus kali yang deras, serta hujan dengan turun cukup deras dan serasi arahan BPBD, upaya pencarian serta evakuasi akan diteruskan pada keadaan ini, ” jelas Firman.

Sekitar pukul 16. 40 WIB, pihak perusahaan langsung mengadukan kejadian ini kepada pemerintah kawasan yang diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sampai saat ini upaya pencarian korban tetap dilanjutkan. Pencarian dikerjakan tim gabungan yang terdiri sejak: 12 orang dari BPBD Tapsel, 10 personel TNI, 7 personel Brimob, 12 personel Polres Tapsel, 11 personel Pam Obvit, penjagaan internal, unsur relawan, dan umum, bersama tim HSE & QC Perusahaan. [rnd]

Location | Posted in Info