Jumlah Wisatawan di Jabar Reaktif Covid-19 Menjadi 417 Orang

Jumlah Wisatawan di Jabar Reaktif Covid-19 Menjadi 417 Orang

Merdeka. com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani menyebut bahwa selama libur panjang pekan kemarin, sebanyak 417 wisatawan dinyatakan reaktif saat dilakukan uji cepat secara acak di sejumlah tempat wisata. Mereka yang dinyatakan reaktif rata-rata merupakan wisatawan asal luar Jawa Barat. Angka tersebut bertambah jika dibandingkan dengan petunjuk Senin (2/11), yaitu sebanyak 408 orang.

“Akhir pasar kemarin kita melakukan rapid test dan uji usap secara sewenang-wenang kepada wisatawan di sejumlah daerah yang menjadi tujuan wisatawan. Datang kemarin baru rapid test yang keluar hasilnya. Ada 417 wisatawan yang reaktif, ” ujar Berli di Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11).

Ia mengungkapkan kalau para wisatawan yang dinyatakan reaktif rata-rata berasal dari luar Jabar, seperti Jakarta , Banten, bahkan dari luar pulau Jawa. Mereka yang diketahui reaktif itu diminta agar menjaga jangka secara ketat, diberi masker medis, mengurangi interaksi dengan orang asing termasuk dengan keluarga, dan diuji usap.

“Hasilnya (uji usap) hari ini mungkin keluar, ” ungkapnya.

Walau menemukan 417 wisatawan yang reaktif, ia menyatakan bahwa belum ada dampak langsung terhadap kenaikan kasus Covid-19 di tanah Pasundan sebab momen libur panjang itu. Walaupun begitu, pihaknya akan terus menyelenggarakan penelusuran dan pengetesan untuk memastikannya.

“Kita akan terus pantau hingga 14 hari ke depan. Mudah-mudahan tidak ada dampaknya ke kasus Covid-19, ” ucapnya.

Secara umum, dianggap Berli, kasus Covid-19 di Jabar hingga saat ini terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data Pusat Koordinasi dan Informasi Covid-19 Pemprov Menggambarkan hingga Senin (2/11), total kejadian di daerah itu berjumlah 36. 924 kasus, bertambah 341 kasus dari hari sebelumnya. 9. 521 orang masih dalam perawatan, 26. 671 orang telah dinyatakan segar, dan 732 orang meninggal negeri.

Walau jumlah kasusnya terus mengalami penambahan, ia mengisbatkan bahwa angka kesembuhan pun langsung mengalami peningkatan. “Tingkat kesembuhan di Jabar sudah lebih dari 70 persen, tepatnya 71, 2 komisi, ” tutup Berli. [cob]

Location | Posted in Info