Jokowi Minta Menteri Beri Harga Vaksin Covid-19 Terjangkau

Jokowi Minta Menteri Beri Harga Vaksin Covid-19 Terjangkau

Mandiri. com – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) meminta para menterinya agar membanderol harga vaksin Covid-19 mandiri dengan harga terjangkau. Sebab itu, Jokowi meminta situasi tersebut disiapkan dari sekarang & dihitung dengan rinci.

“Ini juga pengenaan biaya dalam pelaksanaan vaksinasi secara mandiri kudu betul-betul dikalkulasi dan dihitung dengan cermat, disiapkan aturannya sejak sekarang, dari awal dan saya mengambil harganya bisa terjangkau, ” introduksi Jokowi dalam rapat terbatas pada Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (26/10).

Jokowi juga berpetaruh agar harga vaksin bisa beritahu kepada publik secara transparan. Selain itu dia juga mengingatkan agar para menterinya untuk mensosialisasikan pada masyarakat terkait kelompok mana hamba yang mendapatkan vaksin prioritas.

“Dijelaskan siapa saja ikatan masyarakat yang mana yang mendapatkan prioritas vaksinasi lebih awal, kenapa mereka dulu, itu harus dijelaskan mengapa mereka mendapatkan prioritas, ” ungkap Jokowi.

Sebelumnya, pada 11 September lalu, Kepala Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengusulkan adanya skema vaksin Covid-19 secara mandiri. Melalui besar ini, masyarakat kelas atas tidak mendapatkan vaksin Covid-19 secara gratis dari pemerintah, namun harus membelinya. Erick berharap, masyarakat kelas akan bisa membantu menambah pemasukan negeri.

Sementara itu, Pemimpin Komite Penanganan Covid-19 dan Perbaikan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto memperkirakan akan ada 160 juta orang yang akan menjadi tumpuan subsidi vaksin gratis dari negeri. Rinciannya, untuk tenaga medis, pelayan publik termasuk TNI /Polri sebanyak 3. 497. 737 orang, tokoh masyarakat/agama, perangkat daerah (kecamatan, desa, RT/RW), serta sebagian pelaku ekonomi sebanyak 5. 624. 010 orang.

Kemudian tenaga pendidik Paud/TK, SD, SMP, SMA, dan sederajat dan perguruan tinggi sebanyak 4. 361. 197 orang, aparatur pemerintah pusat, daerah, dan legislatif berjumlah dua. 305. 689 orang.

Selanjutnya, untuk peserta BPJS Penyambut Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 86. 622. 867 orang, dan terakhir untuk masyarakat dengan rentang piawai 19-59 tahun sebanyak 115 juta dosis.

“Adapun kaum prioritas penerima vaksin, yakni mula-mula, mereka yang berada di penjaga terdepan penanganan Covid-19 mencakup gaya medis, paramedis contact tracing, dan pelayan publik mencakup TNI, Polri, dan aparat hukum lainnya yang mencapai 3, 4 juta orang dengan kebutuhan sekitar 6, 9 juta dosis, ” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (12/10). [gil]

Location | Posted in Info