Itu Makna Tema Indonesia Maju dalam HUT RI ke-75

Itu Makna Tema Indonesia Maju dalam HUT RI ke-75

Merdeka. com – HUT RI ke-75 mengusung tema Indonesia Maju. Namun, tersedia yang berbeda dalam Peringatan HUT RI ke-75 pada tahun tersebut. Pemerintah mengumumkan upacara peringatan HUT RI ke-75 dilakukan secara terpatok dan digelar secara daring.

Hal ini mengingat status pandemi Covid-19 yang masih melanggar Indonesia. Sehingga acara yang bersifat fisik mesti dibatasi.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Tomo Setya Utama berharap di leler yang sudah menginjak lebih sebab tujuh dekade, Indonesia bisa menentang kemajuan dalam berbagai lini.

“Sesuai tema, jadi temanya ini Indonesia Maju. Jadi kita berharap di 75 tahun kemerdekaan ini Indonesia sudah menjadi negara maju dari sisi ekonomi, baik, politik dan lain-lain. Dan tersebut tergambar dari peringatan ini, ” harap Tomo Setya Utama, Kamis (6/8).

Meskipun upacara itu tak bisa digelar sesuai tahun-tahun sebelumnya, Tomo mengatakan pihaknya akan mengupayakan semaksimal mungkin agar peringatan itu bisa dilangsungkan secara meriah namun tetap sederhana.

“Tetapi bisa dirasakan kehikmatannya, kemeriahannya dan pesan-pesan tentang patriotisme dari pendahulu-pendahulu kita yang sudah berjuang menegakkan kemerdekaan, ” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Tata usaha Presiden Heru Budi Hartono, mengimbau semua masyarakat bisa mengambil aksi sempurna pada pukul 10. 17 WIB saat HUT RI agenda 17 Agustus. Heri lalu membaca mengenai daerah lain yang bertentangan waktu dengan Jakarta .

“Jadi waktunya pukul 10. 17 WIB. Dengan jalan apa kami di daerah lain? Sungguh menyesuaikan melihat pada kondisi pada sana. Misalnya beda 2 tanda di Timur berarti 12. 17 WIT mereka harus mengikuti tersebut, ” kata Heru di Istana Negara, Kamis (6/8).

Kemudian, untuk para WNI di luar negeri, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Heru bilang, jika hanya berbeda waktu tiga, empat, atau lima jam, maka wajib mengikuti perilaku sempurna.

“Tentunya jika waktunya beda 10 jam, dalam sana malam hari, tentunya tidak bisa. Tetapi kalau hanya lain 2 jam, misalnya Singapura, Malaysia, Australia, warga negara (Indonesia) wajib mengikuti itu, ” kata Heru.

Dia menambahkan, untuk pemberitahuan sikap sempurna, bisa menggunakan manfaatkan sirine mobil pemadam kebakaran, mobil dinas perhubungan, dinas kebersihan, mobil patroli TNI atau Polri. Jadi, semua bisa disiapkan di seluruh titik-titik strategis, pasar dan perempatan jalan.

Reporter: Yopi M
Sumber: Liputan6. com [eko]