Investor Asal AS Disebut akan Muncul dari China, Ini Alasannya

Investor Asal AS Disebut akan Muncul dari China, Ini Alasannya

Merdeka. com – Perusahaan AS berencana untuk hengkang keluar dari China, terlepas dari siapa yang memimpin pemilihan presiden 3 November belakang antara Trump dan Biden. Kepala PwC AS, Tim Ryan, bersandarkan survei yang dilakukan perusahaan, perang dagang antara AS-China dan pandemi Covid-19 memberikan pelajaran bagi korporasi AS agar tak menjadikan kepala negara sebagai hub produksi.

“Covid benar-benar menyoroti pada risiko rantai pasokan, dan salah satu hal yang kami lihat merupakan penurunan rantai pasokan telah menyusun signifikan hingga ke manajemen, sesuai yang kami lihat sekarang pemfokusan dalam rantai pasokan kami dengan dulu mungkin tidak dibuktikan sebelumnya, ” kata Ryan dilansir lantaran CNBC.

Menurut Ryan, para investor AS yang muncul dari negara ekonomi terbesar kedua dunia itu, kemungkinan besar bakal membidik negara-negara di Asia Tenggara, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, perang dagang Trump dengan China mengakibatkan per pihak menempatkan tarif miliaran dolar pada barang pihak lain & memotivasi beberapa perusahaan untuk tiba merelokasi rantai pasokan mereka pada tempat lain. Memang, Trump telah berulang kali meminta perusahaan AS untuk melakukan hal itu.

Ryan mengatakan, dalam inspeksi PwC menemukan sedikit lebih penuh eksekutif yang khawatir tentang ketegangan perdagangan dengan China di lembah Trump, dibandingkan dengan di kolong Biden. Namun, hampir 30 persen responden mengatakan mereka “sangat setuju” bahwa pembatasan perdagangan di China akan diintensifkan tidak peduli siapa yang menang.

“Saya melihat China-AS. hubungan masih benar penting. Ini pasar utama, jadi kami melihat investasi di kian. Namun secara relatif, kami melihat perusahaan AS berencana untuk menyebarkannya lebih banyak, dan itu adalah tren yang sedang berlangsung semasa beberapa tahun terakhir yang ana perkirakan akan terus berlanjut. ”

Reporter Magang: Brigitta Belia [azz]