Hidup Klaster Keluarga, Walkot Solo Larang Warga Terima Tamu Lebih dari 1

Hidup Klaster Keluarga, Walkot Solo Larang Warga Terima Tamu Lebih dari 1

Merdeka. com – Sejumlah klaster Covid-19 kembali muncul di Kota Solo. Hingga Minggu kemarin total warga yang terpapar Covid-19 mencapai 957 orang. Jumlah itu naik 59 orang jika dibandingkan sehari sebelumnya. Sementara jumlah penanggung yang sembuh mencapai 664 orang.

Sejumlah klaster transmisi Covid-19 muncul di Kota Sungai dalam beberapa pekan terakhir. Selain klaster Manahan, muncul juga klaster Rusun, warung Soto dan Kelurahan Gandekan. Belakangan muncul lagi klaster keluarga di Kelurahan Tipes dan perkantoran.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) meminta warga agar disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan. Mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jangka. Rudy juga meminta warga sementara tidak menerima tamu lebih dari satu orang terlebih dahulu, untuk menghindari kontak dengan banyak orang.

“Makanya saya tahu saja, bagi keluarga, kalau mengundang masyarakat yang sekiranya lebih dibanding satu orang, mohon untuk dihindari dulu, ” ujar Rudy pada wartawan, di balai kota Solo, Senin (19/10. ).

“Karena pasar keluarga itu berasal dari acara acara ulang tahun, arisan itu mohon untuk dihindari dulu. Melarang itu bukan berguna kita otoriter, tetapi kasihan jika klaster keluarga itu muncul, ” sambungnya.

Rudi menodong masyarakat untuk lebih memperhatikan dalam penggunaan masker. “Kemarin sudah kita lakukan tracing kita larang kesibukan ulang tahun. Yang waktu tersebut kan kemarin kegiatan ulang tahun to. Kalau mau ulang tarikh ya ulang tahun sendiri lah, rasa syukur ya langsung kepada Gusti Allah, ” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Praja (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih menambahkan penambahan 59 kasus dalam sehari tersebut merupakan rekor terbanyak per kasus Covid-19 muncul di Tunggal pada 13 Maret lalu.

“Tambahan 59 kasus itu menyebar di sejumlah kelurahan dengan ada di Solo. Di antaranya di Mojo, Jebres, Manahan, Kadipiro, Jajar, Serengan, Joyosuran, Pajang, dan Purwosari dengan masing-masing tambahan utama kasus. Tambahan kasus dua orang ditemukan di Baluwarti, Gilingan, Kadipiro, Sondakan, dan Panularan, ” jelasnya.

“Kami juga temukan lima tambahan kasus di Penumping dan Nusukan. Ada tambahan pula sembilan kasus di Bumi, ” jelasnya lagi. [eko]

Location | Posted in Info