Dinkes Imbau Masyarakat Tanjung Pinang Waspadai Klaster Pesta Pernikahan

Dinkes Imbau Masyarakat Tanjung Pinang Waspadai Klaster Pesta Pernikahan

Merdeka. com – Dinas Kesehatan Kota Semenanjung Pinang, Kepulauan Riau mengingatkan, semesta elemen masyarakat dan juga aparat pemerintahan untuk mewaspadai penularan Covid-19 yang terjadi dalam pesta ijab kabul.

Kepala Dinkes Tanjung Pinang, Rustam mengatakan, sedikitnya gaya kesehatan dan tenaga medis telah menangani tiga kasus penularan Covid-19 di lokasi yang berbeda, yang terungkap seusai pesta pernikahan.

Berdasarkan hasil penelusuran awak tenaga kesehatan ditemukan pengantin yang tertular COVID-19 seusai pesta pernikahan. Dalam kasus lainnya juga terlihat orang tua yang mendampingi pengantin saat bersanding di pelaminan, serupa tertular Covid-19 seusai pesta ijab kabul.

“Kami juga menjumpai warga yang menghadiri pesta ijab kabul tertular Covid-19, ” katanya serupa dilansir dari Antara, Sabtu (12/12).

Rustam menjelaskan, acara pesta pernikahan dalam beberapa bulan terakhir cukup banyak. Bahkan pada sehari mencapai 10 pasangan dengan menyelenggarakan pesta pernikahan. Pesta pernikahan lebih banyak diselenggarakan di panti, dibanding di gedung.

Pernikahan di kediaman atau panti sulit terkendali, dibanding di pada ruangan gedung. Contohnya, makanan yang disajikan prasmanan, bukan nasi tempat sehingga potensial terdapat virus, yang berasal dari orang yang tertular namun tidak bergejala.

Tamu undangan atau saudara yang berasal dari berbagai daerah selalu hadir dalam pesta pernikahan tersebut.

“Dari hasil penelusuran kami, ada sejumlah tamu ataupun saudara pihak yang menikah berasal dari luar daerah. Tanpa disadari sudah tertular Covid-19, ” terangnya.

Menurutnya, pemerintah tak dapat melarang aktivitas sosial tersebut, namun pihak yang menikah wajib mengendalikan pelaksanaan pesta pernikahan bertemu protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Harus dibangun rasa tanggungan dimulai dari muncul kita sendiri untuk mencegah penularan Covid-19, ” tegas Rustam.

Dia mengatakan, jumlah pasien Covid-19 di Tanjung Pinang langsung bertambah, meski angka kesembuhan anak obat juga tinggi. Berdasarkan data 11 Desember 2020, jumlah pasien Covid-19 bertambah tujuh orang sehingga menjelma 994 orang.

Tatkala jumlah pasien yang sembuh sebanyak 827 orang. Pasien yang wafat dunia akibat Covid-19 sebanyak 19. Kasus aktif Covid-19 di Semenanjung Pinang mencapai 158 orang, sebanyak 64 di antaranya dirawat di sendi sakit, 20 orang menjalani karantina terpadu, dan 74 orang mengabulkan isolasi mandiri. [fik]

Location | Posted in Info