Digitalisasi Jadi Jurus KUD Menetap dari Pandemi

Digitalisasi Jadi Jurus KUD Menetap dari Pandemi

Merdeka. com kepala Hantaman pandemi Covid-19 terasa dampaknya di banyak sektor perekonomian. Salah satu yang terdampak adalah Koperasi Induk Desa (KUD). Direktur Utama Unit Koperasi Induk Desa (Induk KUD) Portasius Nggedi mengutarakan, bahwa hantaman pandemi Covid-19 membuat hanya 40 obat jerih KUD yang masih menetap. Guna bangkit dan balik menyehatkan kondisi KUD, kata pendahuluan Nggedi, INKUD melakukan digitalisasi gudang-gudang KUD untuk menolong UMKM khususnya warung-warung pada dekat KUD.

Nggedi mengatakan, bahwa zaman ini ada jumlah KUD di Indonesia ada 9. 436. Dari 9436 KUD ini dinilai Nggedi penuh yang tidak sehat kelanjutan pandemi Covid-19.

“Jumlah KUD se-Indonesia tersedia 9436 KUD. Nah, kedudukan sekarang KUD ya kita harus akui bahwa tidak semua KUD sehat, invalid lebih yang sehat 40 persen, sisanya 20 persennya setengah mati, dan lainnya seperti itu (tidak jelas kondisinya), ” kata Nggedi usai me-launching digitalisasi gudang KUD di KUD Tri Upoyo Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Senin (31/5).

Nggedi menceritakan pihaknya membuat terobosan yakni menyala sama dengan Jaringan Logistic Indonesia (JLI). Kerja cocok ini berupa digitalisasi gudang-gudang KUD untuk membantu warung-warung di sekitarnya. Selain tersebut, sambung Nggedi, INKUD beserta JLI siap memberdayakan warung-warung kecil sebagai mitra jalan baru.

“Untuk membangkitkan lagi dengan cara ini. Istilahnya merestrukturisasi lagi KUD seperti ini harusnya. Bukan hanya omongan akan tetapi program harus diberikan. Oleh sebab itu kerja sama INKUD dan JLI memungkinkan mitra UMKM berjualan tanpa modal asal, ” papar Nggedi.

Nggedi menjabarkan bahwa ke depan, JLI mempersiapkan produk-produk kebutuhan pokok secara harga bersaing ke gudang-gudang KUD yang tersebar pada Pulau Jawa. Nantinya, sendat Nggedi, warung kelontong yang merupakan mitra KUD dalam radius 10 Km daripada gudang akan mendapat pasokan barang dengan harga bertambah murah dan pengiriman yang lebih cepat.

“Tentunya JLI punya SOP sendiri, tapi saya sampaikan sistem konsinyasi itu distributor bisa mengambil barang dalam sini dengan perjanjian kata sepakat dan yang paling istimewa adalah kepercayaan, ” ungkap Nggedi.

“Lewat terobosan ini memungkinkan siapa pun bisa menjalankan jalan warung tanpa perlu menggunakan modal. Caranya, calon pacar mengakses website www.linistore.id buat melakukan pendaftaran, ” berlanjut Nggedi.

Sudah mendaftar online, Nggedi membuka jika akan ada tim yang melakukan survei ke lokasi yang akan dijadikan warung. Setelah permohonan disetujui oleh tim survei, mitra UMKM kemudian bisa mengambil sejumlah produk. Produk itu bisa diambil di gudang KUD.

“Dengan dukungan yang kami berikan, para pedagang warung bisa langsung mengakses berbagai produk kebutuhan pokok tanpa simpanan. Selanjutnya mitra UMKM lulus membayar sesuai jumlah keluaran yang sudah laku terjual dalam jangka waktu tertentu. Nantinya jika ada produk yang belum terjual, bisa dikembalikan ke gudang KUD, ” urai Nggedi.

“Nantinya dalam durasi 2 pekan kalau bahan belum laku bisa dikembalikan tapi kalau sudah laku bisa dibayar. Saya harap para pedagang kecil UKM manfaatkan kesempatan ini, ” imbuh Nggedi.

Nggedi menambahkan langkah ini ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Terlebih pandemi yang melanda semenjak setahun terakhir memberikan tantangan berat bagi para mitra UMKM dalam hal ini pedagang warung untuk berkembang, terutama dari sisi pangkal.

Terpisah, Besar Dinas Koperasi, UMK dan Perindustrian Kabupaten Bantul Agus Sulistiyana mengapresiasi terobosan tersebut. Menurutnya terobosan ini akan membangkitkan kembali KUD.

“Saat ini pada Bantul ada 17 KUD masih aktif dan dibanding 17 ada lima gudang. Sebetulnya semua KUD memiliki gudang dan ke depannya siap dimanfaatkan seperti tersebut. Hanya saja memang kondisinya, karena nyuwun sewu (maaf) KUD itu adalah wasiat, ” ucap Agus.

“Artinya ketika tersebut yang harus dibenahi ialah SDM dan manajemennya. Karena pengelolanya kebanyakan sudah berumur dan ini harusnya tersedia rekrutmen. Harapannya ketika KUD bangkit kemudian nanti mampu mensupport para pedagang, ” pungkas Agus. [cob]