Besar BI Jember: Inflasi Banyuwangi 0, 07 Persen, Indikator Ekonomi Mulai Pulih

Besar BI Jember: Inflasi Banyuwangi 0, 07 Persen, Indikator Ekonomi Mulai Pulih

Merdeka. com – Kabupaten Banyuwangi mengalami inflasi sebesar 0, 07 persen pada bulan Oktober 2020. Bank Indonesia memperhitungkan inflasi ini menunjukkan jika pemulihan perekonomian daerah mulai bergerak.

Hal itu disampaikan Kepala Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo pada pertemuan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Wilayah (TPID) di Pendopo Sabha Swagata, Senin (9/10/2020). Hadir di kegiatan tersebut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala BPS Banyuwangi Tri Erwandi dan Kepala Bulog Cabang Banyuwangi Yusri Pakke.

HLM kali ini menjadi yang pertama pasca Banyuwangi dinobatkan sebagai kabupaten pengendali inflasi terbaik nasional oleh pemerintah pusat.

bupati banyuwangi azwar anas dan kepala bank indonesia jember hestu wibowo

Tumenggung Banyuwangi Azwar Anas dan Besar Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo ©2020 Merdeka. com

Hestu menjelaskan bahwa inflasi sebenarnya bukanlah sesuatu yang kudu selalu dikhawatirkan dan ditakutkan. Pokok, inflasi juga menjadi penanda adanya pergerakan dan pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah, apalagi di sejenis pandemi semacam ini.

“Inflasi menunjukkan adanya kegiatan supply dan demand yang berjalan. Tetapi yang harus diperhatikan adalah angka inflasi harus terjaga pada level yang diharapkan, caranya dengan pengoperasian. Karena jika di suatu wilayah angka inflasinya terlalu tinggi atau terlalu rendah berarti ada perkara pada perekonomian daerah tersebut, ” terang Hestu.

Dalam masa pandemi saat ini, sebanyak daerah di Jawa Timur menikmati deflasi (angka inflasinya turun), menyelap ke angka minus (rendah). Propinsi Jatim sendiri juga mengalami deflasi hingga Oktober, termasuk Banyuwangi pula mengalami deflasi di bulan Agustus dan September.

“Nah di Oktober ini, Banyuwangi telah keluar dari deflasi, dengan menikmati inflasi sebesar 0, 07 tip. Ini menunjukkan perekonomian daerah tiba bangkit dan bergerak. Hal itu sesuai dengan laporan BPS dimana sektor pariwisata daerah mulai bergeliat dan berangsur pulih. Bidang fasilitas, makanan dan minuman juga terus mengalami kenaikan, ” terang Hestu.

bupati banyuwangi azwar anas dan kepala bank indonesia jember hestu wibowo

Bupati Banyuwangi Azwar Anas dan Kepala Bank Indonesia Jember Hestu Wibowo ©2020 Merdeka. com

Hestu biar berharap kondisi tersebut bisa terus digerakkan agar perekonomian daerah bisa kembali maju seperti sebelum terjadinya pandemi dengan tetap menjaga inflasi daerah.

“Kuncinya ialah pengendalian yang harus kita kerjakan bersama. Dimana upaya perbaikan perekonomian terus dilakukan, namun harga-harga barang juga tetap dijaga agar inflasi kendali, ” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan apresiasi dan dapat kasihnya pada Kantor BI Jember yang terus melakukan pendampingan dan supervisi terhadap pelaksanaan pengendalian inflasi di daerah. Anas berharap sinergi daerah dengan segenap stakeholder di dalam melakukan upaya pengendalian inflasi langsung mendapatkan dukungan dari BI.

“Terima kasih pada BI yang selalu mendampingi kami serta mendukung upaya pengendalian inflasi wilayah. Hingga Banyuwangi dianugerahi penghargaan jadi kabupaten pengendali inflasi terbaik nasional, ” ujar Anas.

Sementara itu terkait mulai pulihnya perekonomian daerah khususnya bidang turisme, hal tersebut tidak lepas daripada upaya adaptasi dengan protokol hangat di semua sektor pariwisata dengan dilakukan oleh Banyuwangi.

“Karena di era pandemi zaman ini kuncinya adalah memberikan garansi kesehatan dan keamanan bagi wisatawan dan ini yang kami kerjakan. Banyuwangi telah menerapkan standar terakhir dengan mensertifikasi sesuai protokol kesehatan tubuh sebagai upaya menciptakan pariwisata dengan bersih, sehat, dan aman bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, ” pungkas Anas. [hhw]

Location | Posted in Info