Bawaslu DIY Dalami Temuan Ukuran Bagian Bilik Suara Berbeda di TPS Sleman

Bawaslu DIY Dalami Temuan Ukuran Bagian Bilik Suara Berbeda di TPS Sleman

Merdeka. com – Bawaslu DIY melakukan pemantauan terhadap pengamalan Pilkada di Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Dari pemantauan itu, Bawaslu DIY menemukan adanya nomor bilik suara yang berukuran tidak lazim di sejumlah TPS pada Kabupaten Sleman.

Anggota Bawaslu DIY Sutrisnowati menyebut kalau dari temuan di lapangan benar ada nomor bilik yang berbeda dibandingkan bilik lainnya.

“Pada bilik itu ukurannya (nomor) ada yang lebih kecil tersedia yg lebih besar. Misalnya (nomor) 1, 2 ukurannya sama, 3 ukurannya lebih besar. Beberapa yang lain, misalnya 3 lebih kecil, lalu 1 dan 2 besar, ” ujar Sutrisnowati di Kantor Bawaslu DIY, Rabu (9/12).

Sutrisnowati mengatakan bahwa temuan ini ada di daerah Ngemplak, yaitu TPS 2 dan 53 Wedomartani; TPS 4 Widodomartani; TPS 11 dan 12 Sindumartani. Lalu, TPS 6 Sanggrahan di Kalitirto, Berbah. Serta TPS 43 Manisrejo, Depok.

Sutrisnowati menuturkan bahwa perbedaan ukuran nomor bilik pandangan ini sempat viral di media sosial. Viralnya perbedaan ukuran nomor bilik ini usai ada warganet yang mengunggahnya di medsos.

Sutrisnowati menuturkan dari panitia pengawas pemilu kemudian merekomendasi supaya ukuran nomor bilik yang berbeda ini diganti. Kemudian ukuran bagian bilik itupun telah diganti.

Sementara itu, Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono menyebut arah temuan ukuran nomor bilik yang berbeda ini akan dilakukan pendalaman. Nantinya pihak Bawaslu akan memeriksa tahu ada kesengajaan atau tidak dari berbedanya ukuran nomor tembok suara di sejumlah TPS.

“Saya belum bisa ucapan lebih jauh. Sepertinya perlu ditelusuri termasuk mencari informasi lebih jauh apakah itu ada indikasi kesengajaan dari KPPS tertentu atau bagian lain, ” ujar Bagus.

Bagus menambahkan temuan patokan nomor bilik yang berbeda ini baru pertama kalinya dalam penyelenggaraan pemilu. Sebelumnya, lanjut Bagus, Bawaslu belum pernah menemukan kejadian semacam. [gil]