Bantah Ada Dugaan Korupsi, Kepala Damkar Depok Janji maka akan Bersikap Kooperatif

Bantah Ada Dugaan Korupsi, Kepala Damkar Depok Janji maka akan Bersikap Kooperatif

Merdeka. com : Pengusutan dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakadan dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok terus bergulir. Sejumlah pegawai serta mantan pejabat di dinas tersebut sudah diminta keterangan oleh Kejaksaan Negeri Kota Depok.

Dua pejabat yaitu Kepala Bidang Operasional dan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana juga sudah diperiksa terkait dugaan fall tersebut.

Kepala DPKP Kota Depok Gandara Budiana akhirnya angkat bicara. Dia membantah tudingan yang diungkapkan anak buahnya bernama Sandi Butar Butar. Gandara memberikan pernyataan tertulis terkait isu yang ‘membakar’ instansinya.

“Berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan PDL dan pemotongan insentif di lingkungan Damkar Depok yang telah disampaikan oleh saudara Sandi kepada media, kami tetap akan kooperatif mengikuti mekanisme yang berlaku. Hingga saat ini setelah tiga hari berturut-turut pejabat kami datang ke Polres Kota Depok untuk dimintai keterangan untuk kasus–kasus tersebut, ” kata Gandara dalam suratnya, Jumat (16/4).

Pihaknya mengaku akan tetap bersikap kooperatif baik terhadap inspektorat dan aparat penegak hukum

“Kami juga tetap siap bersikap kooperatif terhadap Inspektorat juga APH, pada upaya menindaklanjuti kejelasan dari kasus ini, ” tegas dia.

Dia menjelaskan tudingan korupsi pengadaan sepatu serta dugaan pemotongan insentif dana bantuan terdampak Covid-19. Berdasarkan dia, perlu dibedakan antara sepatu PDL untuk pelaksanaan apel dan kegiatan lapangan lainnya. Ada juga oru?e pelindung diri dan sepatu untuk kelengkapan dalam pemadaman di lapangan.

“Mulai pelindung kepala, baju tahan panas dan sepatu khusus pemadaman kebakaran / sepatu Harviks, ” ujarnya.

Sedangkan soal iuran BPJS, Gandara menuturkan yang dimaksud adalah pembayarannya dilakukan secara Kolektif baik BPJS kesehatan maupun BPJS ketenagakerjaan. Penerimaan honor sesuai dengan tanda bukti yang ada adalah sebesar Rp1, 7 juta rupiah .

“Itu yang sudah kami serahkan ke Komandan regu yang bersangkutan untuk pekerjaan selama 3 bulan sesuai dengan tanda terima, ” tambahnya.

Gandara juga menegaskan tidak ada sanksi pemecatan atau pengunduran diri terhadap Sandi meski membuka dugaan kasus korupsi di internal Damkar Depok.

“Proses klarifikasi sedang dilakukan oleh pihak internal, maupun dari aparat penegak hukum dan kami akan mengikuti sesuai petunjuk yang berlaku, ” pungkasnya. [ray]

Location | Posted in Info