Awak Lamaholot Bali Berencana Bangun Monumen Jokowi Menangis pada Pulau Adonara NTT

Awak Lamaholot Bali Berencana Bangun Monumen Jokowi Menangis pada Pulau Adonara NTT

Merdeka. com – Warga perantau dari Flores Timur di Bali yang tergabung dalam Lamaholot Bali mengusulkan dan berencana mendirikan Monumen Jokowi Menangis di lokasi bekas banjir bandang di Pulau Adonara, Daerah Nusa Tenggara Timur.

“Melihat dahsyatnya kesengsaraan, awalnya kami bermaksud membuat monumen bencana. Nah, tidak disangka pada 9 April, Presiden Jokowi mendatangi Pulau Adonara, melihat langsung kedudukan kerusakan akibat bencana serta bertemu para korban, ” kata Rahman Sabon Nama, inisiator Posko Bali Peduli Adonara di Denpasar, Minggu (25/4). Dilansir Antara.

Peristiwa itu dengan menggerakkan komunitas warga Lamaholot Bali untuk membangun Monumen Jokowi Menangis di kedudukan bencana paling parah. Yaitu di Desa Nele Lamadike, Pulau Adonara.

Guna memuluskan rencana tersebut, dua anggota Lamaholot Bali yakni Donatus Dihe Tergesa-gesa (Dodis) dan Saiful Taat (Ipul) pergi ke lokasi bencana alam di Pulau Adonara, Flores Timur di Minggu.

“Pembangunan monumen ini tidak bermaksud mengabadikan duka para suku korban, tetapi semata-mata buat mengingatkan kepada kita semua bahwa bencana banjir & tanah longsor itu bisa terjadi kapan saja di musim hujan sehingga kita lebih waspada, ” ucapnya.

Selain tersebut, karena banjir dan desa longsor itu tergantung secara kondisi lingkungan sekitar pemukiman masyarakat, sehingga warga semakin menyadari pentingnya menjaga kawasan sekitar.

“Monumen ini sekaligus mengenang Abu Presiden Jokowi yang sedikit hati dan begitu ingat sehingga rela datang di Pulau Adonara, ” perkataan Rahman yang juga Humas ITB STIKOM Bali itu.

Dia menjelaskan tentang nilai edukasi tempat monumen tersebut bagi awak dan generasi yang mau datang.

“Jadi monumen ini ada biji edukasi bagi kita dengan sekarang dan bagi budak cucu kita kelak agar mereka bisa belajar daripada monumen ini bahwa pada sini pernah terjadi kesedihan alam yang maha dahsyat. Konsepnya, nanti akan ada sayembara desain monumen, cerai-berai dikerjakan secara gotong royong tetapi ‘finishing’-nya terutama pembuatan patung atau dioramanya kita akan libatkan tukang cakap dari Bali, ” logat Rahman.

Koordinator Posko Bali Peduli Adonara, Petrus Seli Tupen, memasukkan, ide pembangunan monumen diterima pihak terkait, maka Lamaholot Bali sebagai inisiator cepat menggalang kerja sama dengan diaspora Flores Timur, khususnya warga Adonara yang tersebar di seluruh Indonesia makin luar negeri.

“Apalagi, Ikatan Keluarga Adonara di Batam juga memiliki ide yang sama serta saya kira grup WhatsApp Epu Orin Adonara selalu pasti ‘welcome’. Asal kita mau dan ikhlas, perkara dana pembangunannya bisa kita cari. Kalau ada ‘sharing’ anggaran dengan pemda bertambah bagus lagi, ” cakap pria asal Desa Lamawato, Adonara Timur itu.

Mengenai bantuan baik yang dibawa Dodis serta Ipul, Ketua Lamaholot Bali Yosep Boleng merinci 76 koli barang terdiri tempat pakaian layak pakai, kebutuhan perempuan dan anak beserta kebutuhan mandi-cuci, sudah diberangkatkan dengan truk dan diperkirakan tiba di Larantuka dalam 27 Aprilmendatang.

“Kami bekerja sama secara Posko Pramuka di Larantuka dan alumni Lamaholot Bali yang sudah ada pada Adonara untuk menyalurkan sandaran ke para korban di tujuh kecamatan di Tanah Adonara dan memverifikasi keterangan anak yatim piatu pada lapangan, ” kata dia. [noe]

Location | Posted in Info