Aliran Larangan Mudik, Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Menurun

Aliran Larangan Mudik, Penumpang KRL Yogyakarta-Solo Menurun

Merdeka. com awut-awutan KAI Commuter mencatat sepanjang bulan puasa lalu, KRL Yogyakarta-Solo melayani 121. 417 karakter dengan pengguna terbanyak di Sabtu (1/5) sebanyak 4. 958 orang. Kemudian saat masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 layanan KRL Yogyakarta-Solo tetap beroperasi dengan 20 perjalanan per hari.

Sepanjang 12 hari pemberlakuan masa pembatasan mudik, jumlah pengguna KRL Yogyakarta-Solo tercatat sebanyak 48. 572 orang. Dari jumlah tersebut pengguna terbanyak tercatat pada Senin (17/5). sebesar 7. 172 orang.

Angka ini mendarat 5, 8 persen dibanding pekan sebelumnya yaitu 51. 589 orang. Sementara itu Stasiun Solo Balapan menjelma stasiun yang ramai dibanding stasiun lainnya di daerah Kota Solo.

“Selama masa larangan pegangan Stasiun Solo Balapan melayani 13. 855 pengguna KRL. Untuk Stasiun Purwosari melayani 5. 259 penumpang, ” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, saat konferensi pers di Stasiun Solo Balapan, Jumat (28/5) malam.

Sementara itu, dikatakannya, pengguna KRL yang keluar di Stasiun Solo Balapan sebesar 12. 293 orang serta yang keluar di Stasiun Purwosari berjumlah 7. 018 orang.

“Sejalan dengan normalnya kembali aktivitas warga, tak menutup peluang stasiun-stasiun lain juga akan mengalami pertumbuhan pengguna KRL, ” katanya.

Menurut Anne, saat ini 60 persen pengguna KRL menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), sementara kartu elektronik bank sebanyak 21 obat jerih dan dengan QR Code sebanyak 19 persen. Tengah itu selama masa pembatasan mudik KMT yang terjual berjumlah 7. 384 unit dan kartu elektronik bank berjumlah 273 unit.

“Layanan KRL Yogyakarta-Solo saat ini seluruhnya sudah dilayani menggunakan 3 susunan KRL. Dalam satu rangkaian tersebut terdiri dari stamformasi (SF) 8 kereta, ” jelas Anne.

Pada awal beroperasinya KRL Yogyakarta Solo Februari awut-awutan, dikatakan Anne, hanya satu rangkaian yang terdiri dibanding 8 kereta. Sedangkan 2 lainnya hanya terdiri lantaran 4 kereta. Dengan penambahan panjang rangkaian KRL ini, lanjut dia, kapasitas pemakai yang dapat dilayani lebih banyak. Selain itu implementasi physical distancing antara pengguna bisa lebih maksimal.

“Kami mengimbau para-para pengguna KRL Yogyakarta-Solo untuk semakin patuh pada aturan kesehatan yang berlaku. Mohon mengikuti arahan dari petugas di stasiun maupun KRL, antre dengan tertib untuk kesehatan dan kenyaman bergabung, ” tutup Anne. [ray]