7 Bakal Paslon Pilkada Tes Kesehatan di RSUP Kariadi Semarang

7 Bakal Paslon Pilkada Tes Kesehatan di RSUP Kariadi Semarang

Merdeka. com – Sebanyak delapan bakal pasangan calon (paslon) Pilkada 2020 bakal menjalani tes kesehatan pada Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Semarang. Mereka akan menjalani tes kesehatan mulai Selasa 7 September hingga 10 September 2020.

“Pemeriksaan kesehatan nanti melibatkan tim medis BNN buat melakukan pemeriksaan terkait narkoba dan wawancara seputar narkoba, hingga Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), ” kata Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan, doctor Tjokorda Gde Dalem Pemayun, Senin (7/9).

Dia telah mempersiapkan tim Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP). Sedangkan untuk pendamping medik, pihaknya juga sudah mengumpulkan perawat-perawat.

“Kami kumpulkan nama perawat sebagai pendamping medik, untuk dampingi paslon untuk keliling dalam urutan pemeriksaan kesehatan. Sepenuhnya sudah kami persiapkan dari mulailah membuat daftar orang-orang yang proses pemeriksaan dokter penanggung jawab pasien, ” ujarnya.

Tjokodra menjelaskan, prosedur pemeriksaan di pokok akan dilakukan tes PCR terkait kemungkinan adanya virus corona. Andai dalam tes itu terindikasi positif covid-19, bapaslon akan langsung dikarantina hingga minimal 14 hari.

“Tentu hal ini maka akan mengganggu agenda kampanye si calon yang bersangkutan, ” jelasnya.

Setelah tes PCR selesai, prosedur akan dilanjutkan ke tes psikologi, pada tes ini kemungkinan membutuhkan waktu lama karena akan ada wawancara yang cukup membutuhkan waktu. Setelah tes psikologi selesai, baru diteruskan dengan pemeriksaan seite an seite seperti penyakit dalam, telinga, mata, dan lain-lain dalam enam kegiatan.

“Oleh karena tersebut pemeriksaan paralel ini akan diterapkan secara serentak dengan tempat yg terpisah supaya tidak terjadi kerumunan, ” ungkapnya.

Dalam jam terakhir di hari pertama dilakukan tes fisik dengan stereometri atau treadmill. Karena pemeriksaan ini membutuhkan fisik yang prima, jadi tim dokter akan mengusahakan agar agar para pasangan calon tidak sampai lelah.

“Hari pertama, pada jam terakhir hari kedua ini juga akan dilakukan stereometri atau treadmill. Jika belum rampung hari kedua, maka akan diselesaikan di hari ketiga, ” ungkapnya.

Setelah seluruh prosedur pemeriksaan para bakal pasangan calon ini sudah selesai, seluruh tim dari unsur dokter, BNN, KPU, dan lain-lain akan melakukan rapat pleno apakah yang bersangkutan layak secara kesehatan atau tidak dalam proses pencalonan ini.

“Jadi hasil dari proses pemeriksaan ini akan dirapatkan dalam rapat pleno bersama seluruh unsur yg terlibat, di rapat pleno tersebut akan ditentukan kelayakan para bakal pasangan calon dari aspek kesehatan, ” ungkapnya.

Sementara itu Kasubag Humas RSUP Kariadi Semarang, Parna, mengatakan selama 3 hari ke depan ada delapan paslon yang bakal menjalani tes kesehatan.

“Delapan kota itu meliputi Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Demak, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Kendal. Sementara sisanya akan melakukan pemeriksaan tes kesehatan di rumah sakit Surakarta dan Klaten, ” kata Parna. [lia]