3 Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditangkap di Laut Natuna

3 Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditangkap di Laut Natuna

Merdeka. com – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, mengungkapkan tiga pesawat asing berbendera Vietnam ditangkap pihaknya pada Senin (10/8) lalu. Kapal asing itu kedapatan melakukan pencurian ikan di Laut Natuna.

“Hari ini, kami menangkap lagi tiga kapal ikan ganjil yang berhasil kita tangkap dalam tanggal 10 Agustus kemarin pada laut Utara Natuna, ” kata pendahuluan Edhy saat menggelar konferensi pers Penangkapan Kapal Ilegal Fishing pada Laut Natuna Utara, di Denpasar, Bali, Rabu (12/8).

Dia menerangkan, tiga kapal dengan ditangkap kali ini memiliki macam purse sein atau pukat cincin. Satu kapal merupakan armada kecil

“Tiga kapal tersebut satu paket, ini jenisnya pesawat yang agak berbeda purse sein memasuki wilayah Indonesia. Dan ada tadi sudah lihat videonya, kalau mereka merasa benar mereka tidak usah lari. Ini lari serta berhasil kita lumpuhkan, ” ujarnya.

Tiga kapal ini adalah kapal lampu KH 95758 PS, kapal penangkap KH 98168 PS dan kapal penampung KH 915558 PS dengan awak kapal 26 orang. Sementara untuk kapasitas kapal penampung 98 GP, lalu untuk kapal lampu dan penangkap berkapasitas sekitar 23 GP.

“Ini berhasil dilumpuhkan sebab anak-anak kita, putra-putri terbaik keturunan kita kapten kapal oleh pengawas Orca lll, KP Hiu 11 dan KP Hiu Macan Tutul 02. Ini kapal-kapal yang selama ini aktif di tengah laut yang tanpa mengenal henti dan rasa takut untuk menjaga bahar kita, ” ujarnya.

Saat ini, tiga kapal itu sedang dalam perjalanan menuju ke Pangkalan Pontianak untuk dilakukan penelitian.

“Statusnya yang sahih status pemeriksaan. Tidak, seluruh ABK-nya akan ditahan menjustianya akan kita kembalikan seperti biasanya. Sehingga jumlah total kapal ikan yang kita tangkap sekarang ada 69, ” ujarnya.

Edhy menetapkan dalam mengusut kasus kejahatan 3 kapal itu pihaknya akan mengedepankan proses hukum dan HAM.

“Kita berharap proses itu juga akan menunjukkan Indonesia tetap mengikuti kaidah-kaidah hukum internasional yang berlaku. Kemudian kapal ini bakal proses hukum bersama kapal-kapal yang lain, tentu nanti proses penyeliaan dulu sekarang masih (perjalanan) ke Pontianak, ” jelasnya.

“Semejak awal saya menjadi Gajah KKP. Kami berharap kapal tersebut akan disita negara akan kita berdayakan dan gunakan kalau dia masih bagus dan efektif. Apakah itu, akan diserahkan ke sekolah-sekolah perikanan, apakah itu diserahkan ke lembaga-lembaga penelitian atau lembaga menangkap ikan atau koperasi itu dengan jalan apa nanti. Yang jelas kita lulus menangkap kapal ini dan tersedia manfaatnya buat masyarakat Indonesia, ” tegas Edhy. [lia]

Location | Posted in Info